Tuesday, 8 September 2015

Jangan Melihat Buku Dari Sampulnya

    Ini adalah kata-kata yang benar-benar bermaknya untuk semua orang, kata yang sedikit tetapi mengandung makna dan juga arti yang sangat dalam. "Jangan Melihat Buku Dari Sampulnya", inti dari kalimat ini adalah, bahwa kita jangan melihat seseorang hanya dari luarnya saja, terkadang yang berada diluar berbeda terbalik dengan yang berada di dalam hati & pikirannya.

Zaman sekarang adalah zaman yang harus mengenal lebih seseorang dari fisik dan juga hatinya, bukan hanya dari fisiknya karena banyak sekali orang yang tertipu akan penampilannya. Ada orang yang tertipi dengan penampilan yang keren seperti orang kaya, padahal dia belum tentu orang kaya.
Ada yang berpenampilan baik rapih, padahal ada maksud dibalik semua itu, atau ada yang acak-acakan seperti preman dengan tampang dan penampilan yang seram padahal orang ini adalah orang yang baik.

Banyak sekali orang yang sombong dan angkuh hanya menilai dari tampilan luarnya, hanya menilai dari harta & kendaraan yang ia gunakan, padahal belum tentu orang itu baik dan juga dapat berguna. Kita sebagai manusia seharusnya teliti karena pergaulan itu dapat membawa kepada hal yang baik atau kepada hal yang buruk.
Dalam kehidupan pergaulan saya, alhamdulillah saya sering bertemu dengan orang-orang seperti itu dan itu menjadi pelajaran bagi saya, akan tetapi saya tidak terjerumus kedalam hal yang buruk. Karena saya sudah bisa berfikir mana yang jujur & berbohong, serta mana yang baik dan juga yang buruk.

Saya punya teman, sebut saja namanya Ar. Dia perangainya seram dan suka sekali berkelahi, dia orang yang ditakuti di lingkungan saya dan juga dihormati karena mungkin dia adalah jagoan. Tetapi ketahuilah bahwa orang hanya menilai dia dari sisi luarnya dan bukan menilai dari sisi dalamnya, yang saya kenal adalah dia adalah orang yang sangat baik.

Rajin dan juga peduli akan keluarga, orangnya adalah setia kawan apabila ada kawan yang sedang kesusahan maka dia akan senantiasa membantu dan juga tidak segan-segan membantu dengan total, mungkin gaya bicaranya seperti orang yang sedang mabuk, tetapi selama saya kenal dia adalah orang yang paling anti dengan minuman keras. Dia sama seperti saya hanya merokok dan minum kopi, bagi anak muda yang suka bergaul dan nongkrong, itu wajar di indonesia karena tidak ada kopi dan rokok akan kaku apabila sedang bercengkrama atau bercanda di tongkrongan.

Dan ada lagi sebaliknya teman saya yang kelihatannya baik, mungkin dimata wanita adalah tipikal cowo yang sempurna karena tampan, cool, dan juga keren. Tetapi ketahuilah bahwa dia adalah playboy dan suka minum, minuman keras, apakah itu disebut orang yang baik ?

Mungkin bagi yang sudah kenal dekat akan bilang tidak, nah itu adalah sedikit contoh jadi jangan mengenal orang hanya dari luarnya saja, tetapi harus mengenal dari dalamnya karena itu akan menjadi bahan penting dalam adab pergaulan zaman sekarang.
Kalau bahasa inggris yang terkenalnya sih "Don't judge a book, by its cover".

Share this

0 Comment to "Jangan Melihat Buku Dari Sampulnya"

Post a Comment