Monday, 28 September 2015

Akbiat Media Hiburan Memanipulasi Pola Pikir Anak-anak

Zaman telah berubah dan berkembang cukup pesat dan juga maju, begitu juga perkembangan media, baik itu media hiburan dan juga media informasi. Semua berkembang dengan cepat karena banyak pengembang profesional yang rela meluangkan waktu dan pikiran untuk memikirkan agar dunia ini menjadi dunia yang lebih baik serta menjadi dunia yang lebih maju.

Media terkadang menjadikan manusia berprilaku positif dan juga mendapatkan ilmu pengetahuan yang cukup, bahkan bisa lebih jika kita mau mengeksplorasi dengan giat serta sabar, selain media informasi ada media hiburan yang semakin hari semakin berkembang maju, dari mulai segi animasi, efek-efek yang semakin canggih dan seperti nyata, serta masih banyak hal-hal lainnya.

Media hiburan memang memberikan dampak yang positif akan tetapi tidak sedikit yang memberikan dampak negatif bagi perkembangan anak-anak. Yang sekarang akan dibahas adalah media yang akan memberikan dampak negatif.

Media Yang Membuat Negatif
Sekarang saya akan beropini bahwa media yang membuat anak-anak berfikir seperti dewasa dan merasa bahwa dirinya sudah cukup untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan umurnya adalah Sinetron.
Percaya atau tidak, sinema elektronik yang sering disiarkan di media negara Indonesia adalah sinema elektronik yang berbau kisah percintaan, pertengkaran, asmara remaja, hal lainnya. Mungkin kalau kisah percintaan dan hal pertengkaran itu dinikmati oleh remaja seumuran saya yaitu kisaran umur 18 - 22 keatas memang tidak menjadikan masalah karena kita sudah dewasa dan juga sudah mengerti mana yang baik ataupun yang buruk.

Tetapi yang sebenarnya terjadi adalah bahwa penikmat media Sinema Elektronik ini adalah anak-anak kisaran Sekolah Dasar(SD) sampai dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP) .
Saya paham mengapa media ini memang memberi pengaruh besar pada perkembangan dan juga pola berfikir dari anak-anak. Karena saya juga sering berkecimpung didunia anak-anak dan banyak saya sering sharing dengan anak-anak sebaya SD atau SMP. Kebanyakan dari mereka memperaktekan yang ada di sinetron.
Bayangkan saja, anak TK sudah mengerti akan hal suka, atau namanya budaya pacaran. Apakah ini bisa dibilang benar ?
menurut saya itu hal yang tidak benar, seharusnya anak TK masih harus memiliki mindset untuk bermain bersama dengan teman sebayanya, dan bukan mengerti akan hal  namanya pacaran.
Saya pernah berdiskusi dengan anak TK yang memang sedikit agak malu juga tetapi saya sangat miris mendengarnya.

Sensor : Bang Naufal, bang Naufal.

Saya : Apa dik ?

Sensor : Abang sudah punya pacar apa belum ?

Saya : Hahaha, emang kamu sudah apa ? yah abang mah belum ada pacar males ah *Padahal ga laku*

Sensor : Yah payah banget bang, aku aja udah punya pacar, 2 lagi.

Saya : -_- *muka melas*

Ini memang benar dan juga nyata bahwa saya berdiskusi dengan anak TK yang notabennya belum waktunya mengerti akan hal cinta dan juga pacaran tetapi sudah punya pacaran dan lebih parahnya 2 lagi, mungkin ini yang bisa dibilang dewasa cepat atau dewasa sebelum usianya.

Kembali lagi mengapa anak TK saja sudah mengerti akan hal ini, karena media yang berpengaruh dalam pola pikir dan juga tumbuh kembang si anak.

Saya merasakan dulu ketika hari minggu adalah hari yang selalu dinanti oleh anak-anak di Indonesia, banyak sekali film-film kartun yang sangat saya suka dari mulai dragon ball, power ranger, ninja hatori. Pokoknya waktu tayang itu dari jam 6.30 sampai jam 11.00 siang, tetapi sekarang telah musnah karena sekarang dihari minggu ini terdapat acara yang bisa dibilang bukan untuk anak-anak yaitu sinetron atau acara musik, yah kalau bisa sih ini hanya opini saja, Kembalikan hari minggu seperti dahulu *Tangan Mengepal Keatas*.

Solusi 
Untuk hal seperti ini agar tidak terjadi dikalangan anak-anak mungkin saya akan memberikan sedikit solusi yang semoga dapat berguna dan juga dapat menjadi pegangan, karena saya belum punya anak juga tetapi saya suka masuk kedalam dunia dan imajinasi anak sekedar metode mendekati si anak.

1. Percaya Terhadap Anak
Kepercayaan memang harus dan juga sangat perlu, karena dengan kepercayaan akan membangun feel dari hati ke hati antara anak dan juga anda, jangan anda acuh taaucuh terhadap anak yang akan membuat si anak itu berfikir sendiri dan memberikan keputusan sendiri.

2. Ikuti Imajinasi Anak
Ketika anda mengikut imajinasi anak, maka si anak akan merasa senang terhadap anda dan juga anak pastinya akan nyaman dan juga anak akan menurut kepada anda, jika imajinasi tidak dilatih dan malah anak berpaling keacara sinetron, maka imajinasi kekanak-kanakan akan berubah menuju imajinasi kearah dewasa.

3. Ajak Anak Berbicara & Cerita Hal Apa Saja
Ini adalah hal terpenting, kebanyakan orang tua tidak senang dengan anak yang banyak bicara dan hanya senang kepada anak yang diam dan tidak menceritakan apapun. Ini adalah hal yang menurut saya kurang baik, apabila anak anda ingin cerita, ikutilah cerita yang dia bawakan, dan usahakan menjadi pendengar yang baik bagi anak, agar anak tidak melampiaskan dengan menonton tv atau sinetron.

Kesimpulan

Ini adalah 3 contoh yang bisa dilakukan oleh orang tua dan juga pembaca sekalian, intinya dari media ini, bahwa media hiburan dapat berakibat buruk dan tidak bagus bagi tumbuh kembang anak, dan sarannya adalah peran orang tua yang harus sigap dan juga mengerti untuk membantu anak agar terjaga dari informasi & media yang tidak seharusnya ditangkap dan dipahami. 

Share this

0 Comment to "Akbiat Media Hiburan Memanipulasi Pola Pikir Anak-anak"

Post a Comment